Ajang olahraga terbesar di dunia yang biasa disebut dengan olimpiade sedang berlangsung di Rio de Janeiro, Brazil. Olimpiade Rio 2016 berlangsung dari tanggal 5 hingga 22 Agustus 2016 dan dibuka pada hari Jumat malam, 5 Agustus 2016 waktu setempat. Indonesia juga turut ambil peran dalam ajang olah raga paling bergengsi ini. Sebelumnya Presiden Joko Widodo melepas langsung 28 atlet Indonesia di Istana Merdeka pada tanggal 22 Juni 2016 lalu. Di hari keberangkatannya, para atlet ini dilepas oleh Wakil Ketua KOI, Muddai Madang. Pada olimpiade kali ini Indonesia menargetkan dapat membawa pulang tiga medali emas.
Kontingen Indonesia dipimpin oleh Raja Sapta Oktohari dengan anggota 28 atlet, terdiri dari 20 atlet putra dan 18 atlet putri. Itu berarti jumlah atlet yang dikirim tahun ini lebih banyak dari olimpiade sebelumnya di London 2012 yang hanya berjumlah 22 orang. Mereka dibagi dalam tujuh cabang olah raga antara lain bulu tangkis, atletik, angkat besi, rowing, balap sepeda, panahan dan juga renang. Rinciannya adalah sepuluh atlet dari bulutangkis, dua dari atletik, empat dari panahan, dua dari rowing, tujuh dari angkat besi, satu dari balap sepeda dan dua dari cabang olahraga renang. Pemerintah mempersiapkan secara serius para atlet yang akan berangkat ke Olimpiade Rio 2016. Setidaknya pemerintah mengucurkan dana sekitar 35 milyar rupiah untuk akomodasi atlet yang berlaga di kompetisi ini dan juga bonus lima milyar rupiah untuk atlet yang mampu membawa pulang emas, dua milyar rupiah untuk medali perak dan satu milyar rupiah untuk medali perunggu. Beberapa atlet juga dikirim ke berbagai negara untuk melakukan latihan intensif sebelum berangkat ke Brazil. Negara-negara tersebut diantaranya Afrika Selatan untuk atlet angkat besi, Amerika Serikat untuk atlet balap sepeda dan Belanda untuk atlet rowing.
Sebelum mengikuti Olimpiade Rio 2016, Indonesia juga sudah beberapa kali mengirim kontingen ke ajang olah raga ini. Ajang kejuaraan olimpiade yang pertama kali diikuti oleh Indonesia adalah Olimpiade Helsinki 1952. Pada kesempatan ini, tim sepak bola Indonesia sempat masuk semifinal dan melawan Rusia, walau pada akhirnya tidak berhasil membawa medali emas. Kemudian Indonesia juga mengikuti Olimpiade Muenchen 1972, Olimpiade Moskow 1980, dan Olimpiade 1984. Medali pertama yang diperoleh Indonesia adalah medali perak dari cabang olahraga panahan pada Olimpiade Seoul 1988. Kemudian kejayaan Indonesia mulai bangkit ketika Susi Susanti dan Alan Badikusuma meraih medali emas melalui cabang olahraga bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992. Kesuksesan ini pun masih berlanjut saat Olimpiade Atlanta 1996 dan Olimpiade Sidney 2000. Pada Olimpiade Sydney tercatat Indonesia mengumpulkan medali terbanyak selama mengikuti ajang bergengsi ini. Hingga pada Olimpiade Athena 2004 dan Beijing 2008, atlet bulu tangkis Indonesia masih mampu menyumbangkan emas dan mempertahankan prestasi. Hal berbeda terjadi pada Olimpiade London 2012, Indonesia hanya mampu membawa pulang perak dan perunggu dari atlet angkat besi.
Untuk Olimpiade Rio 2016 Indonesia menargetkan mampu membawa pulang setidaknya tiga medali emas. Cabang olah raga yang masih tetap diunggulkan adalah bulutangkis dan angkat besi. Pemerintah berharap cabang olahraga bulu tangkis dapat menyumbang dua medali emas dan satu medali perak dari cabang olahraga angkat besi. Berita terbaru tentang perolehan sementara hasil pertandingan, dua atlet angkat besi Indonesia mampu mempersembahkan dua medali perak. Mereka adalah Sri Wahyuni atlet angkat besi putri kelas 48 kg dan Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi putra kelas 62 kg. Semoga keberhasilan ini juga mampu mendorong semangat para atlet lain dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia tentunya dengan membawa pulang medali emas.
Kontingen Indonesia dipimpin oleh Raja Sapta Oktohari dengan anggota 28 atlet, terdiri dari 20 atlet putra dan 18 atlet putri. Itu berarti jumlah atlet yang dikirim tahun ini lebih banyak dari olimpiade sebelumnya di London 2012 yang hanya berjumlah 22 orang. Mereka dibagi dalam tujuh cabang olah raga antara lain bulu tangkis, atletik, angkat besi, rowing, balap sepeda, panahan dan juga renang. Rinciannya adalah sepuluh atlet dari bulutangkis, dua dari atletik, empat dari panahan, dua dari rowing, tujuh dari angkat besi, satu dari balap sepeda dan dua dari cabang olahraga renang. Pemerintah mempersiapkan secara serius para atlet yang akan berangkat ke Olimpiade Rio 2016. Setidaknya pemerintah mengucurkan dana sekitar 35 milyar rupiah untuk akomodasi atlet yang berlaga di kompetisi ini dan juga bonus lima milyar rupiah untuk atlet yang mampu membawa pulang emas, dua milyar rupiah untuk medali perak dan satu milyar rupiah untuk medali perunggu. Beberapa atlet juga dikirim ke berbagai negara untuk melakukan latihan intensif sebelum berangkat ke Brazil. Negara-negara tersebut diantaranya Afrika Selatan untuk atlet angkat besi, Amerika Serikat untuk atlet balap sepeda dan Belanda untuk atlet rowing.
Sebelum mengikuti Olimpiade Rio 2016, Indonesia juga sudah beberapa kali mengirim kontingen ke ajang olah raga ini. Ajang kejuaraan olimpiade yang pertama kali diikuti oleh Indonesia adalah Olimpiade Helsinki 1952. Pada kesempatan ini, tim sepak bola Indonesia sempat masuk semifinal dan melawan Rusia, walau pada akhirnya tidak berhasil membawa medali emas. Kemudian Indonesia juga mengikuti Olimpiade Muenchen 1972, Olimpiade Moskow 1980, dan Olimpiade 1984. Medali pertama yang diperoleh Indonesia adalah medali perak dari cabang olahraga panahan pada Olimpiade Seoul 1988. Kemudian kejayaan Indonesia mulai bangkit ketika Susi Susanti dan Alan Badikusuma meraih medali emas melalui cabang olahraga bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992. Kesuksesan ini pun masih berlanjut saat Olimpiade Atlanta 1996 dan Olimpiade Sidney 2000. Pada Olimpiade Sydney tercatat Indonesia mengumpulkan medali terbanyak selama mengikuti ajang bergengsi ini. Hingga pada Olimpiade Athena 2004 dan Beijing 2008, atlet bulu tangkis Indonesia masih mampu menyumbangkan emas dan mempertahankan prestasi. Hal berbeda terjadi pada Olimpiade London 2012, Indonesia hanya mampu membawa pulang perak dan perunggu dari atlet angkat besi.

Untuk Olimpiade Rio 2016 Indonesia menargetkan mampu membawa pulang setidaknya tiga medali emas. Cabang olah raga yang masih tetap diunggulkan adalah bulutangkis dan angkat besi. Pemerintah berharap cabang olahraga bulu tangkis dapat menyumbang dua medali emas dan satu medali perak dari cabang olahraga angkat besi. Berita terbaru tentang perolehan sementara hasil pertandingan, dua atlet angkat besi Indonesia mampu mempersembahkan dua medali perak. Mereka adalah Sri Wahyuni atlet angkat besi putri kelas 48 kg dan Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi putra kelas 62 kg. Semoga keberhasilan ini juga mampu mendorong semangat para atlet lain dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia tentunya dengan membawa pulang medali emas.
0 komentar:
Posting Komentar