
Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang kronologis baku tembak tersebut, kita akan membahas mengenai teroris yang bisa dikatakan belum tercabut sampai akarnya. Seperti yang kita tahu bahwa ancaman teror yang sering dilancarkan menjadi sebuah hal yang harus selalu diwaspadai. Hal ini dikarenakan oleh ancaman tersebut bisa terjadi kapan saja. Di Indonesia dan juga di dunia, para pelaku teroris tersebut memiliki incaran tempat pengeboman yang hampir sama. Yang pertama adalah tempat ibadah. Ya, tempat ibadah memang menjadi sasaran banyak pelaku teroris dengan tujuan untuk menggoyahkan iman keagamaan dari orang-orang. Selain tempat ibadah, tempat lain yang sering jadi sasaran teroris-teroris tersebut ialah simbol negara. Contohnya saja adalah di kawasan polisi bertugas dan lainnya.
Meskipun untuk menangkap teroris-teroris tersebut sulit tapi hal ini tidak boleh menjadi alasan mengapa aparat keamanan berhenti memberantasnya. Inilah yang dibuktikan oleh para aparat keamanan negara Indonesia. Setelah sekian cukup lama memburu gembong teroris Santoso, pada akhirnya ia pun dapat tertangkap meskipun dalam keadaan sudah tak bernyawa akibat menjadi salah satu korban tewas dalam baku tembak antara Santoso dan kelompoknya dengan pihak kepolisian. Lantas, bagaimanakah lika-liku penangkapan teroris-teroris yang ada di Indonesia khususnya Santoso sebagai dalang pada peristiwa Thamrin awal tahun ini? Untuk anda yang ingin tahu lebih banyak tentang hal tersebut, anda langsung saja simak ulasannya di bawah ini.
Dalam kabar terkini Indonesia, pengejaran Santoso dimulai setelah adanya peristiwa pengeboman di daerah Thamrin, Jakarta. Saat itu, tragedi yang menelan korban tersebut memang telah diperingatkan sebelumnya melalui ancaman video yang beredar di internet. Selepas kejadian itu, satuan tugas Tinombala dan juga Camar Maleo telah berhasil meringkus dua teroris dan satu orang tewas. Penangkapan tersebut terjadi pada 19 Januari 2016.
Selanjutnya, pada tanggal 28 Februari 2016, salah satu anggota teroris kelompok Santoso berhasil ditangkap di daerah Poso. Kemudian, di bulan berikutnya yaitu pada 15 Maret 2016, baku tembak pun terjadi lagi. Kali ini 2 orang terduga teroris tewas tertembak. Pada 22 April dua orang kurir logistik dari kelompok tersebut berhasil ditangkap. Selanjutnya 15 Mei 2016 tembakan peringatan dari aparat pun memberikan sebuah tanda kepada para terduga teroris. Hasilnya ialah di 17 Mei terjadi bak tembak lagi. Pada bulan Juni silam, seorang terduga teroris di Poso yang sedang sakit ditangkap.
Kemudian, hal ini berlanjut hingga 18 Juli lalu yang mana baku tembak antara tim Alfa TNI telah berhasil menewaskan Santoso. Tewasnya Santoso pada baku tembak kemarin tentu bukan akhir dari pemberantasan kelompok teroris sebab ditakutkan masih ada antek-anteknya yang belum tertangkap. Itulah kabar terkini Indonesia yang harus anda tahu.
0 komentar:
Posting Komentar