Rabu, 03 Agustus 2016

Ahok Inginkan Pusat Perfilman Indonesia Ada di Jakarta

Siapa yang tidak suka menonton film saat ini. Banyak orang tentu sangat senang menonton film termasuk Ahok, sapaan dari Basuki Tjahaja Purnama selaku orang nomor satu di DKI Jakarta. Dalam kabar terkini yang telah dihimpun, pernyataan Ahok tentang perfilman Indonesia menjadi sorotan. Bagaimana tidak, beliau mengungkapkan jika beliau ingin kota yang dipimpinnya ini bisa menjadi pusat dari perfilman Indonesia. Bukan tanpa alasan Ahok mengungkapkan hal tersebut. Alasan yang paling mendasar ialah karena perkembangan film Indonesia yang semakin membaik jika dibandingkan dengan dahulu.

Ahok Inginkan Pusat Perfilman Indonesia Ada di Jakarta
 
Kita semua tentu telah mengetahui jika perfilman Indonesia memang sempat mengalami masa pasang surut. Di era 90an Warkop DKI menjadi film favorit yang banyak disukai oleh orang. Akan tetapi, setelah satu per satu anggotanya meninggal, produksi film Warkop tersebut pun harus berhenti dan perfilman Indonesia terasa kurang bergairah hingga tahun 2002, sebuah film fenomenal yang bahkan hingga kini banyak memiliki penggemar mendobrak pasar film di Indonesia. Bisa dikatakan jika AADC alias Ada Apa Dengan Cinta yang diperankan oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra menjadi kebangkitan awal film-film di negeri ini.
 
Meskipun selanjutnya belum ada film yang menjadi sefenomal itu, setidaknya film Indonesia tidak mati. Para era 2000an itu, meskipun dikatakan film Indonesia tidak mati, akan tetapi film yang diproduksi kebanyakan kurang menarik atau bahkan kurang mendidik. Misalnya saja adalah film-film bergenre horor yang mengedepankan sosok wanita vulgar dan lainnya. Beruntungnya adalah makin kesini film model ini makin ditinggalkan dan diganti dengan berbagai film yang lebih bermutu.
 
Sekarang kita bisa lihat dalam kabar terkini bahwa film Indonesia memang telah membaik. Para insan pembuat film telah banyak yang tidak hanya berpikir pada keuntungan semata tapi juga tentang pesan yang ingin disampaikan kepada semua penonton film. Bukan menjadi sebuah hal yang baru lagi jika saat ini telah banyak film-film dengan tema sejarah atau juga tema kepatriotismean. Tema film-film ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi para penonton semuanya. Bahkan, Ahok pun mengiyakan jika perfilman Indonesia telah mulai membaik.
 
Menurut Ahok, dengan perfilman yang yakin kesini menjadi semakin baik, hal tersebut membuat keinginannya menjadikan Jakarta sebagai pusat dari perfilman negara Indonesia. Beberapa film telah terbukti sangat direkomendasikan untuk ditonton termasuk film dengan judul 3 Srikandi. Menurut beliau, film ini sangatlah pas diluncurkan sebab olahraga Indonesia memang sedikit melempem ungkapnya.
 
Tidak bisa dipungkiri memang, prestasi dari olahraga Indonesia tergolong sangat lemah. Bukan hanya saja karena berbagai macam masalah antara yang di atas saja tapi hal ini juga disebabkan oleh kurangnya rasa patriotisme yang tertanam pada para atlet kita.
 
Maka, dengan adanya film berjudul 3 Srikandi ini bisa memacu rasa patriotisme semua pemuda dan pemudi Indonesia. Selain itu waktu perilisan film yang memperkenalkan olahraga panahan ini pun dikatakan oleh Ahok sangat pas. Bagaimana tidak, nantinya akan ada beberapa event olahraga dunia yang akan dihadapi Indonesia seperti Asian Games. Dengan adanya film yang satu ini, sangat diharapkan nantinya para pencinta film bisa mengambil hikmah dan tentu saja menambah rasa patriotisme mereka. Rasa patriotisme ini sangat penting untuk membangun sebuah fondasi bangsa yang kuat sehingga tidak tercerai berai. Singkatnya dalam kabar terkini ialah Ahok sangat mengapresiasi film Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar